Tampilkan postingan dengan label engine. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label engine. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 September 2016

Mengenal teknologi eSP HONDA



1. ACG Starter : Start halus direalisasikan melalui elektronik yang dikontrol ACG starter, yang berfungsi baik sebagai  starter dan AC Generator.

2. Fuel Injector : Partikel bahan bakar yang di semprotkan oleh injektor sangat halus, sehingga didapatkan campuran udara dan bahan bakar yang lebih Homogen, sehingga pembakaran lebih sempurna

3. Roller Rocker Arm : Teknologi Roller rocker arm menggunakan Needle Bearing, Meminimalisir gesekan

4. Compact Combustion Chamber : Compact Combustion Chamber  untuk menghasilkan torsi yang lebih baik

5. Offset Cylinder &  Spiny Sleeves : Mereduki gesekan antara piston dan Cylinder, Menyalurkan tenaga yang lebih baik ke Crankshaft & Memaksimalkan proses pendinginan

6. Light Weight Piston & Crankshaft : Desain Piston Dan Crankcase yang lebih ringan untuk memaksimalkan kinerja mesin

7. Breather passage : Saluran pernafasan tambahan pada sisi kiri engine untuk keluar masuknya udara antara crankcase & cylinder head

8. Built-in Liquid Cooling System : tingkat pendingin radiator ini lebih bagus 1,5 x dibandingkan pcx dan dengan ukuran yang lebih kecil friction loss dapat dikurangi 30% sehingga konsumsi bahan bakar jauh lebih menjadi irit.

9. V-Matic : CVT dengan V-belt yang baru dikembangkan dari elastisitas karet yang tinggi. Menaikkan effisiensi transmisi dari putaran bawah sampai putaran tinggi

10. Transmissions : Bantalan tiga sumbu dalam unit transmisi secara eksklusif dirancang sesuai dengan beban yang diterima.

cc Johannes Kamijo

Selasa, 06 September 2016

Teknologi ESP Pada Sepeda Motor Honda

Enhance Smart Power

ESP adalah singkatan dari Enhanced Smart Power yaitu peningkatan daya tahan, halus serta lebih bertenaga. Konsep ini diusung Honda untuk skubek globalnya. 

Dalam eSP ada 10 teknologi utama.

Sehingga keunggulan dari teknologi ini adalah :

 


 

ECONOMICAL

Hemat Bahan Bakar

 

ECO FRIENDLY

Ramah Lingkungan

HIGH PERFORMANCE

Performa Tinggi

 

 

 

ACG STARTER

Teknologi canggih yang menggabungkan generator dan starter guna mengurangi gesekan untuk menghidupkan mesin lebih halus tanpa suara sekaligus mendukung fungsi fitur ISS ( Idling Stop System ).

OFFSET CYLINDER

Mengurangi gesekan antara piston dan silinder dengan mengatur ulang posisi silinder dan crankshaft.

   ROLLER-TYPE ROCKER ARM

Menggunakan Shell-Type Needle Bearing sebagai poros sehingga dapat mengurangi gesekan dan mengurangi beban pegas katup.

  SPINNY SLEEVE

Tekstur berduri dinding silinder yang menjaga bentuk lingkaran sempurna sehingga dapat mengurangi distorsi dan kerugian akibat gesekan lainnya.

 

 

SQUISH

Pengapian lebih baik dan pembakaran lebih cepat. Squish ini merupakan profil yang didesain khusus oleh parikan Sepeda Motor Honda untuk memperoleh turbulensi yang sempurna


 

 

 

TUMBLE

Penyebaran bahan bakar yang merata dan menjadikan pembakaran lebih baik. Ini melalui proses turbulensi yang baik.

Kamis, 21 April 2016

Sistem Kerja dan Komponen PGMFI Motor Honda

Pertama di indonesia, mesin yang pertama kali menggunakan sistem injeksi yaitu di motor honda, dan kini sudah merambah ke produsen lainnya seperti yamaha, suzuki dan juga lainnya. Nah, kali ini kami spekengine.com akan menjelaskan fungsi dari komponen – komponen sistem injeksi yang terdapat pada mesin motor Honda.


Berikut adalah komponen – komponen mesin injeksi pada motor Honda :
  1. Malfunction Indicator Lamp (MIL)
MIL ialah lampu indikator yang terdapat pada spedometer, bisanya warna lampu indikator tersebut berwarna kuning, yang berfungsi untuk penanda pada pemakaian sepeda motor honda, tentang kerusakan pada sistem injeksi. Jika pada sistem injeksi yang salah satu sensornya tidak berfungsi atau mengalami kerusakan maka lampu MIL tersebut akan memberikan tanda kedipan. dan jika lampu tersebut tidak berkedip sistem injeksi tersebut masih di katakan normal – normal saja. Akan tetapi tidak semua komponen injeksi yang mengalami kerusakan lampu indikator Malfunction Indicator Lamp harus berkedip. Pada kerusakan fuel pump yang seperti tekanan bahan bakar yang meleleh, lampu indicator tersebut tidak akan berkedip dan tidak terdeteksi oleh MIL. Jika dalam ECM masih menyimpan kode kerusakan di masa lalu, Nah, jika anda ingin mengetahui secara pastinya anda harus menggunakan alat/tool yakni bernama SCS conector atau biasanya para mekanik menyebutnya dengan jumper.
  1. Fuel pump atau Pompa Bahan Bakar
Pompa bahan bakar atau yang di sebut dengan Fuel Pump yaitu berfungsi untuk memompa bahan bakar yang akan di teruskan ke injector melalui selang, karena bahan bakar di pompa, maka mempunyai tekanan. Tekanan pada fuel pump ini juga sangat berpengaruh di mesin yang bersistem PGM-FI. Kekuatan tekanan bahan bakar harus berukuran 294kPa/12volt = 43 psi = 2,94 bar pada idle langsam. Untuk tekanan yang berlebihan akan menyebabkan kerusakan pada komponen lain dan jika tekanan bahan bakar tersebut kurang dari standar maka akan menyebabkan kinerja mesin akan melemah bahkan bisa mengakibatkan mesin mati/mogok.
  1. Engine Control Module (ECM)
ECM ini bisa di sebut juga dengan prosesor semua program PGM-FI. Sistem PGM-FI di sini berfungsi untuk mengatur waktu pengapian. Yakni pengatur waktu kapan injector akan menyemprotkan bahan bakar, mengatur campuran udara dan bahan bakar yang ideal sesuai temperature mesin bahkan hiingga hasil sisa pembakaran komponen tersebut selalu mendapatkan laporan dari sensor sensor yang lainnya untuk memberikan yang terbaik untuk mesin. Jika system ECM ini rusak maka motor akan mengalami mati total alias mogok.
  1. Sensor CKP – Carnksaft Position
Sensor CKP ini berfungsi untuk medeteksi keberadaan poros engkol, yakni dimana sensor tersebut akan selalu mengirimkan sinyal ke ECM dan kemudian ECM menentukan kapan waktunya pengapian dan kapan waktunya bahan bakar di injeksikan melalui komponen injector. Jika sensor Sensor CKP mengalami kerusakan maka ECM tidak dapat menerima data dari Sensor CKP dan ECM tidak mau berfungsi dan akibatnya engine akan mati.
  1. Injektor
Injektor yakni berfungsi untuk menyemprotkan bahan bakar ke dalam ruang bahan bakar, dengan mengganti partikel bahan bakar menjadi kabut. Bahkan pada injector di system PGM-FI ini bisa membuat partikel bahan bakar terhalus sedunia. Karena hal tersebut mempunyai lubang berukuran diameter 0.152 milimeter pada motor supra x 125cc.
  1. Trhotle Body
Pada Trhotle Body di dalamnya terdapat tiga sensor yakni sensor Sensor IAT, Sensor MAP, Sensor MAP.
  • Sensor MAP berfungsi untuk pendeteksi tekanan udara yang akan masuk melalui intake manifold, jika sensor tersebut rusak mesin masih bisa bekerja dengan baik/normal.
  • Sensor TP berfungsi untuk pendeteksi sudat pembukaan trhotle ketika kabel gas kita putar, kemudian mengirimkan sinyal pada ECM, seberapa banya bahan bakar yang harus di injeksikan. Jika sensor ini mengalami kerusakan maka mesin akan tidak normal dan melemah.
  • Sensor IAT berfungsi untuk medeteksi suhu udara yang masuk melalui intake manifold, jika sensor tersebut mengalami kerusakan engine masih bisa bekerja dengan normal.
  1. Sensor Engine Oil Temperatur (EOT) dan Sensor Engine coolant Temperatur
Kedua sensor tersebut memiliki fungsi yang sama yaitu untuk medeteksi suhu mesin, namun sensor ECT ini di pasang pada mesin berpendingin radiator dan EOT pada mesin berpendingin udara seperti motor supra x 125 pgm-fi helem in.
  1. Sensor O2
Sensor ini berfungsi untuk medeteksi kadar O2 tepatnya di has buang sisa pembakaran, sensor tersebut juga akan selalu mengoreksi dan melaporkan ke pada ECM untuk selalu membuat campuran bahan bakar dan udara selalu ideal dalam setiap proses pembakarannya.
  1. Sensor Idle Air Control Valve (IACV)
Sensor ini berfungsi seperti choke otomatis, dan memudahkan penyalaan mesin pada waktu pertama di hidupkan.
  1. Sensor Bank Engale
Sensor Bank Engale ialah sensor untuk kemiringan 60 drajat. Dengan adanya senseor tersebut mesin akan mati jika mengalami kemiringan hingga 60 drajat, sensor ini berfungsi ketika motor terjatuh, biasanya sensor ini berada pada motor – motor sport.

Ukuran Kerenggangan Celah Katup Sepeda Motor

Jika kerenggangan kelep pada motor tidak sesuai dengan rekomendasi pabrikan maka akan menyebabkan tenaga pada motor tersebut kurang maksimal. Nah untuk pengecekan dan penyetelannya sendiri bisasanya pada saat melakukan service atau tune up setiab bulan atau berkala.
Untuk melakukan setting atau penyetelan kerenggangan pada katup di butukan keahlian dan pengetahuan untuk memperbaiki dan mengetopkan mesin. Pasalnya pada posisi top TMA ( Titik Mati Atas ) tersebut kedua katup menutup dan platuk klep tidak menekan batang klep. Nah, untuk mengatur kerenggangan pada celah katup di butuhkan alat filler Gauge. filler Gauge ialah alat berupa plat dengan berbagai ukuran ketebalan. Jika yang sudah terbiasa juga bias menggunakan filing atau yang di sebut dengan perkiraan.

Berikut ini adalah ukuran kerenggangan celah katup pada sepeda motor Yamaha, Suzuki, Honda, dan Kawasaki :
SUZUKI

  • Satria FU : 0.15 katup internal/eksternal
  • Shogun All Type : 0.05 katup internal/eksternal
  • Tunder : 0.1/0.15 katup internal/eksternal
  • Vario : 0.16/0.25 katup internal/eksternal
  • Vario All Type 100 cc : 0.05 katup internal/eksternal
  • Vario All Type 125 cc : 0.03 katup internal/eksternal
  • Beat : 0.14 katup internal/eksternal
  • CS 1 : 0.06/0.27 katup internal/eksternal
  • Tiger : 0.10 katup internal/eksternal
  • Mega Pro : 0.10 katup internal/eksternal
  • Revo/Blade : 0.10 katup internal/eksternal
  • VEGA : 0.05-0.10/0.08-0.13 katup internal/eksternal
  • Vixion : 0.1 katup internal/eksternal
  • Jupiter MX : 0.1-0.14/0.16-0.20 katup internal/eksternal
  • Jupiter z : 0.05-0.10/0.08-0.13 katup internal/eksternal
  • Mio : 0.08/0.10 katup internal/eksternal

HONDA
  • Vario : 0.16/0.25 katup internal/eksternal
  • Vario All Type 100 cc : 0.05 katup internal/eksternal
  • Vario All Type 125 cc : 0.03 katup internal/eksternal
  • Beat : 0.14 katup internal/eksternal
  • CS 1 : 0.06/0.27 katup internal/eksternal
  • Tiger : 0.10 katup internal/eksternal
  • Mega Pro : 0.10 katup internal/eksternal
  • Revo/Blade : 0.10 katup internal/eksternal
YAMAHA
  • VEGA : 0.05-0.10/0.08-0.13 katup internal/eksternal
  • Vixion : 0.1 katup internal/eksternal
  • Jupiter MX : 0.1-0.14/0.16-0.20 katup internal/eksternal
  • Jupiter z : 0.05-0.10/0.08-0.13 katup internal/eksternal
  • Mio : 0.08/0.10 katup internal/eksternal

Rabu, 20 April 2016

Info Teknik Komponen Busi Motor Honda



Fungsi Busi
1. Membakar campuran bahan bakar dan udara yang masuk ke dalam ruang pembakaran (Ignition).
2. Menghantarkan energi panas keluar dari ruang pembakaran (Transfer).
3. Indikator pembakaran pada mesin.
Keunggulan Busi Honda
1. Didesain khusus dan paling pas untuk motor Honda.
2. Mampu menahan kejutan panas sampai 2,500°C.
3. Mampu menahan tegangan listrik dari koil sampai 30,000V.
4. Mampu menahan tekanan sampai 50kg/cm² akibat ledakan pembakaran.
5. Menggunakan materail logam tahan korosi. 6. Usia pemakaian lebih panjang.  
Komponen Busi Honda :
  1. Insulator terbuat dari keramik alumunium bermutu tinggi. Diantara lekukan Metal Shell dan dasar Insulator terdapat bubuk yangberfungsi sebagai pelekat dan pencegah kebocoran gas dari ruang pembakaran. Metal Shell (Rumah Busi) terbuat dari besi baja yang kuat & tahan panas
  2. Di dalam insulator tertanam elektroda tengah dari tembaga agar dapat menghantarkan listrik & panas dengan baik.
  3. Ujung Elektroda tengah dan samping terbuat dari Nickel Alloy yang tahan panas.
honda genuine parts
Inovasi U-Type & V-Groove

Busi Honda menggunakan teknologi U-Type dan V-Groove pada Elektroda Busi, sehingga kinerja Busi dapat semakin optimal karena pengapian yang dihasilkan sempurna.
honda genuine parts
honda genuine parts

Masa Pakai Busi Honda

Untuk kinerja mesin dan konsumsi bahan bakar yang optimal, ganti busi setiap 8.000km

Aplikasi Busi Honda
Part Number
Description
Application
9805656723
BUSI U20FSU
C800, Win, Grand Impressa, Astrea Grand
9805657723
BUSI U22FSU
Win, Grand Impressa, Astrea Grand,Legenda,
Supra Fit, Supra X, Revo
9805958826
BUSI U24ESR-N
Sonic 125, City Sport 1
9806656727
BUSI X20FSU
C90, S90Z
9806786871
BUSI U20EPR9
Karisma, Supra X-125 Injection, Kirana
9806957728
BUSI X22EPU
S110,CG110,CB100,CB125, CB125S,CG125
9806958728
BUSI X24EPU
GL100K, GL125, XL125R, CB750K
9806958921
BUSI X24EPU9
GL Max, GL Max2, GL Pro Neo Tech,
Megapro, Megapro Advance, Tiger
9807958853
BUSI W24EPU
Phantom
31928MFFD01
BUSI U24EPR9
Beat, Scoopy, New Megapro, Spacy
31926KWB601
BUSI U20EPR9S
Blade,Revo 110
9805957927
BUSI U22FER9
Vario
9805656713
BUSI C7HSA
Grand Impressa, Supra, Supra Fit, Revo, Astrea Grand
9806786881
BUSI CPR6EA9
Karisma, Supra X-125 Injection, Kirana
9805657713
BUSI D8EA
GL 100K, GL 125, CB 125, CB 125S, CB750K
9806958911
BUSI DP8EA-9
GL Max, GL Max2, GL Pro Neo Tech, Megapro, Megapro Advance, Tiger, Phantom
31916KRM841
BUSI CPR8EA9
Beat, Scoopy, New Megapro, Spacy
31916KWB601
BUSI CPR6EA-9S
Blade, Revo 110

Cara Perawatan Busi Honda
  1. Lakukan pengecekan busi setiap 4.000km.
  2. Ukur celah busi antara ground dan center elektroda. Bila celah tersebut lebh besar dari 1mm, lakukan penggantian busi. Jangan melakukan penyesuaian ukuran celah tersebut, karena penyesuaian celah dengan cara dipukul akan mengakibatkan pengapian tidak fokus. 
  3. Bila terdapat endapan kotoran sisa pembakaran, bersihkan/ cuci dengan bensin. Bila tidak bisa, maka segera lakukan penggantian busi.

Fungsi Drive Belt

Fungsi Drive Belt


Meneruskan tenaga mesin untuk menggerakkan roda belakang melalui pulley.



Komponen penggerak roda sepeda motor matik Honda.








Keunggulan Honda Drive Belt

Honda Drive Belt memiliki komponen material yang lengkap, yaitu:
- 2 Lapis kanvas
- 3 Lapis rubber
- Polyester Cord
Sehingga ban penggerak Honda memiliki daya elastisitas yang baik dan umur pakai menjadi jauh lebih lama (sampai dengan 24.000km).

Cara Perawatan Honda Drive Belt
  • Selalu periksa secara rutin ruang CVT (Continuously Variable Timing) setiap 8000km.
  • Bersihkan ruang CVT dari debu dan kotoran dengan udara bertekanan.
  • Lakukan pemeriksaan visual pada kondisi ban penggerak terhadap keretakan/ getas.
  • Lakukan penggantian secara rutin sesuai masa pakainnya.



Masa Pakai Honda Drive Belt 

Dengan pemakaian normal dan perawatan teratur, masa pakai Honda Drive Belt adalah 24.000km. 

Aplikasi Honda Drive Belt
Part Number
Description
Application
23100KVY902
Belt Drive
Beat, Scoopy, Spacy
23100KVYB901
Belt Drive
Vario Series
23100KVYBA1
Belt Drive Kit
Beat, Scoopy, Spacy
23100KVBBA0
Belt Drive Kit
Vario Series
23100KZL931
Belt Drive
Spacy Fi

Fungsi Cairan Pendingin (Coolant)

Fungsi Cairan Pendingin (Coolant)
Menjaga suhu kerja mesin supaya tetap ideal dan menghindari over heating (kepanasan) 
pada mesin melalui sirkulasi dari cairan pendingin / Radiator Coolant.






Keunggulan Honda Coolant
  1. Anti karat
    Tidak mengakibatkan karat & korosi pada radiator serta tidak merusak seal di dalamnya.
  2. Anti Kerak
    Tidak meninggalkan sisa pada komponen metal yang ada pada sistem pendinginan.
  3. Anti Panas
    Cairan yang memiliki titik didih yang tinggi, sehingga fungsi pendinginan menjadi maksimal.
  4. Anti Foam
    Tidak menimbulkan pembuihan
Masa Pakai Honda Coolant
Honda Genuine Coolant direkomendasikan diganti secara berkala setiap 10.000km atau 1 tahun.

Aplikasi Honda Coolant

Part Number
Description
Application
08CLAH50500
Honda M/ C Genuine Coolant
Vario, CS1, PCX

Cara Penggantian Honda Coolant
  1. Perhatikan indikator batas cairan coolant pada radiator. Bila sudah pada batas lower, lakukan penambahan Honda Genuine Coolant.
  2. Jangan menambahkan air atau cairan pendingin lain selain Honda Genuine Coolant untuk menghindari karat pada radiator dan menjaga performa radiator tetap optimal.
  3. Pada saat penggantian radiator coolant, kondisi mesin harus dalam kondisi dingin.
  4. Lakukan penggantian coolant secara periodik untuk menghindari terjadinya pengendapan dan karat pada radiator